SEJARAH KOMIK AMERIKA
Kemunculan komik Amerika diawali pada akhir abad ke 19. Tetapi komik–komik pada saat itu tidaklah sama dengan komik – komik Amerika yang banyak kita jumpai di toko – toko buku sekarang ini.
Late in 19th century America, comic strips began to appear in the Sunday
supplements of newspapers. The first among these comic strips was
1896's The Yellow Kid, considered the 1st comic strip Richard Felton
Outcault's The Yellow Kid which appeared in the February 16, 1896
Hearst New York American. In March 1897, these strips were compiled
into Hearst's Sunday Journal and and sold for 5 cents. From this humble
beginning an industry was born, though it would not have immediate
success. (The Comic Page, 2006)
Dari kutipan di atas kita dapat mengetahui bahwa salah satu dari komik strip yang pertama kali muncul di Amerika adalah ‘The Yellow Kid’ karya Richard Felton Outcault. Setelah setahun muncul di setiap edisi hari minggu, komik strip – komik strip dari ‘The Yellow Kid’ dikumpulkan menjadi satu kumpulan komik dan dijual dengan harga 5 sen. Untuk ukuran sekarang, harga 5 sen terlalu murah untuk suatu kumpulan komik. Setelah beberapa tahun sesudah kemunculan komik strip pertama yaitu ‘The Yellow Kid’, muncul satu tokoh komik strip baru yang berwujud binatang, yaitu ‘Krazy Kat’. Tokoh dalam komik ini dimasukkan ke dalam kategori ‘funny animal’ atau binatang lucu, karena tokoh utamanya memang binatang dan ceritanya lucu. ‘Krazy Kat’ pertama kali muncul di surat kabar "The Family Upstairs" milik George Herriman pada tahun 1910.
The year after Krazy Kat's debut, in an attempt to boost circulation, the
Chicago American produced a Mutt and Jeff promotion. Readers could
receive a 18 by 6 inch landscape book by clipping six coupons from the
newspaper. Despite the fact that this comic sold a remarkable 45,000
copies, it was not for another eighteen years that it would be done again.
In the meantime, in 1922 a reprint magazine, Comic Monthly, appeared
with each issue devoted to reprints of a separate comic strip. (The Comic
Page, 2006)
Kutipan di atas menjelaskan bahwa setahun setelah debut pertama dari ‘Krazy Kat’, seperti yang dilakukan terhadap komik ‘The Yellow Kid’, komik ini dikumpulkan menjadi satu album eksklusif yang berukuran 18 x 6 inch. Para pembaca dapat memperoleh buku ini dengan cara mengirimkan enam buah potongan kupon dari surat kabar "The Family Upstairs". Album komik ini terjual sebanyak 45.000 buah, jumlah yang luar biasa untuk ukuran jaman itu. Bentuk komik modern seperti yang kita jumpai saat ini, dimulai pada tahun 1933 ketika dua orang pegawai penerbitan melihat bahwa perusahaan ‘Ledger syndicate’ menerbitkan komik yang dimuat di surat kabar mereka pada edisi hari minggu dalam bentuk pelat sebesar 7 x 9 inch.
In 1933, after seeing the Ledger syndicate publish a small amount of their
Sunday comics on 7 by 9 inch plates, an idea hit upon two printer
employees. Sales manager Harry L. Wildenberg and saleman Max. C.
Gaines, employees of Eastern Color Printing Company in New York, saw
the plates and figured two of these plates could fit on a tabloid page and
produce a 7 1/2 by 10 inch book when folded. Gathering 32 pages of
newspaper reprints including Mutt and Jeff, Joe Palooka, and Reg'lar
Fellas, they created Funnies on Parade. This was the first comic produced
in a format similiar to modern comics. Looking to test their product, they
published 10,000 copies to be given out as premiums by Proctor and
Gamble. (The Comic Page, 2006)
Dari kutipan di atas, dapat diketahui proses lahirnya komik modern seperti yang kita jumpai sekarang ini. Kedua pegawai perusahaan penerbitan ini melihat bahwa dua dari dua buah pelat yang diterbitkan oleh ‘Ledger syndicate’ pas dengan ukuran halaman tabloid, dan jika dilipat akan mendapatkan sebuah buku dengan ukuran 7 ˝ x 10 inch. Mereka mengumpulkan 32 halaman surat kabar yang berisi komik untuk dicetak ulang dengan judul ‘Funnies on Parade’. Buku komik yang pertama ini dicetak sebanyak 10.000 buah dan diberikan secara cuma– cuma sebagai bonus oleh perusahaan Proctor and Gamble (di Indonesia lebih dikenal sebagai P&G).
Setelah pemunculan buku komik yang pertama, makin banyak buku komik yang diproduksi dan makin gencar promosi yang dilakukan. Setelah sekian lama, akhirnya promosi berhasil. Makin banyak orang yang berminat untuk membaca dan membeli buku komik.
Seeing potential in this new product, but unsure of how to best realize it,
Eastern Color turned to George Delacorte, remembering his earlier
attempt at selling comics. Eastern Color printed 35,000 copies of Famous
Funnies, Series 1 priced at 10 cents and proceeded to sell the entire print
run to Delacorte. Delacorte, after begin refused by American News, which
controlled newsstand distribution, made the comic available only through
chainstores. After it's promptly sold out on the stands, American News
reconsidered and contracted with Eastern color for 250,000 comics,
prompting Eastern Color, in May 1934, to issue Famous Funnies No. 1,
dated July 1934. It was the first newsstand comic. With the printing of No.
2 in July 1934 it became the first monthly comic magazine. Though the
title sold well, it was 7 issues before it showed a profit. The title continued
for another 216 issues and 20 years, reaching a peak circulation of
400,000 copies and ending in 1955. (The Comic Page, 2006)
Kutipan di atas menunjukan bahwa pembuatan buku komik yang pertama diikuti dengan yang kedua dengan judul ‘Famous Funnies’ yang diterbitkan sebanyak 35.000 buah dan dijual dengan harga 10 sen per buah. Buku komik ‘Famous Funnies’ adalah yang pertama diterbitkan dalam beberapa seri, keberhasilan promosi dan keuntungan dari seri ini baru bisa dirasakan ketika seri ke 7 diterbitkan. Komik ‘Famous Funnies’ bertahan selama 20 tahun dan berhasil menerbitkan 216 seri. Dimulai pada bulan Mei 1934 dan diakhiri pada tahun 1955, ‘Famous Funnies’ meraih puncak keberhasilannya dengan terjualnya komik tersebut sebanyak 400.000 buah.
Pada Juni, 1938, diterbitkanlah Superman, salah satu komik superhero yang paling terkenal. Debut komik superhero ini dimuat pada edisi pertama Action Comic.
Keberhasilan komik Superman mengilhami lahirnya komik – komik superhero lainnya. Kelahiran Bat-Man diilhami oleh rancangan mesin terbang Leonardo da Vinci. Sebelum menetapkan nama Bat-Man, Bob Kane mencoba beberapa nama seperti Bird-Man, Eagle-Man, dan Hawk-Man. Batman muncul pertama kali dalam edisi ke duapuluh tujuh Detective Comics.
Batman tidak mempunyai kekuatan super, aset utamanya adalah cerita yang menggairahkan yang lebih baik daripada cerita Superman. Tokoh di balik Batman, yaitu Bruce Wayne adalah seorang manusia biasa tanpa kekuatan super. Sumber kekuatannya adalah peralatan – peralatan canggih ciptaannya. Kekuatan komik Batman adalah penggunaan angle dan lighting yang luar biasa yang menghasilkan dunia fantasi yang unik yang menampilkan sosok ‘kegelapan’ (Batman selalu keluar pada malam hari). Pada musim semi tahun 1940, diterbitkan edisi pertama dari komik Batman yang menampilkan The Joker dan Catwoman.
Komik superhero semakin diidentikan dengan kejahatan. Kampanye melawan komik terus mendapat bantuan. Komite Senat tahun 1950 mencantumkan dalam laporannya tentang pengaruh komik terhadap kaum muda, yang meskipun tidak secara konklusif, telah menambahkan ‘bensin’ ke ‘api’ yang sudah mulai menyala. Komite Cincinnati secara terbuka mengutuk keberadaan indutri perkomikan. Para orang tua dan guru melarang keberadaan komik dirumah dah di sekolah, meskipun hal ini tidak menghentikan anak – anak mereka untuk membaca komik. Badan legislatif mengesahkan undang-undang yang membatasi dan melarang penjualan komik. Berusaha melewati semua ini, komik tetap bergerak maju, meskipun mejadi lebih gelap dan keras.
Tahun 1954, komik berada dalam periode yang paling gelap. Dr. Frederick Wertham's menerbitkan bukunya yang berjudul The Seduction of the Innoncent. Buku ini sangat kritis dan merusak industry komik. Dr. Wertham adalah konsultan psikiatris dari Kepala Sensor Lembaga Keuangan Amerika Serikat, dosen di Sekolah Hukum Yale, Konsultan di Biro penanganan remaja dan pernah menjadi psikiatris senior untuk Departemen Rumah Sakit di New York. Komik dianggap memberi pengaruh buruk terhadap perkembangan remaja di Amerika pada saat itu. Komik dianggap menjadi penyebab munculnya penyelewengan seksual yang terjadi di remaja Amerika pada saat itu. Batman dan Robin dianggap sebagai pasangan homoseksual.
Sometimes Batman ends up in bed injured and young Robin is shown sitting
next to him. At home they lead an idyllic life. They are Bruce Wayne and
"Dick" Grayson. Bruce is described as a "socialite" and the offical
relationship is that Dick is Bruce's ward. They live is sumptous quarters,
with beautiful flowers in large vase and have a butler, Alfred. Batman is
sometimes shown in a dressing gown. ...the young boy sometimes worries
about his partner. It is like a wish dream of two homosexuals living together.
Sometimes they are shown on a couch, Bruce reclining and Dick sitting next
to him, jacket off, collar open, and his hand on his friend's arm. Like girls in
other stories, Robin is sometimes held captive by the villians...
Robin is a handsome ephetic boy, usually showing his uniform with bare
legs. He is buoyant with energy and devoted to nothing on earth or
interplanetary space as much as to Bruce Wayne. He often stands with legs
spread, the genital region discreetly evident. (The Comic Page)
Kutipan di atas menjelaskan bahwa dalam saat – saat tertentu, Batman dan Robin sangat intim layaknya sepasang kekasih. Jika Batman terluka, Robin duduk di sebelah ranjangnya, mengkhawatirkan keadaan Batman. Kadang – kadang mereka digambarkan sedang duduk berdampingan di sofa, jaket dilepas, kerah terbuka, dan Bruce diletakkan di tangan Dick. Robin juga digambarkan sebagai seorang anak laki – laki yang tampan, mengenakan kostum yang mengekspos kakinya, dia juga sering berdiri dengan kaki terbuka, secara sembunyi – sembunyi menonjolkan area genitalnya. Deskripsi di atas sangat vulgar.
Pada 1956, Harvey Comics menutup tahun dengan menerbitkan tiga judul komik yaitu Baby Huey, Baby Huey, The Baby Giant edisi pertama pada bulan September dan Little Lotta edisi pertama, kemudian Spooky, The Tuff Little Ghost edisi pertama pada bulan November. Ini adalah awal dari era kebangkitan komik Amerika.
Pada tahun 1970, penjualan komik terbesar adalah komik yang bukan superhero, justru Komik Archie yang terjual rata – rata lebih dari 500.000 tiap edisi.
Salah satu komik produksi Amerika yang paling terkenal adalah komik – komik Disney. Komik Disney pertama kali muncul di koran harian pada tahun 1930 dengan Mickey Mouse sebaagai karakter utamanya. Dua tahun setelah pemunculan perdananya, Mickey mulai muncul pada edisi hari minggu dengan judul Silly Symphony. Pada tahun 1934, Donald Duck muncul untuk pertama kali pada komik adaptasi Silly Symphony yang berjudul The Wise Little Hen. Popularitas Donal Bebek semakin bertambah sejak saat itu sehingga dia menjadi bintang dari Silly Simphony. Donal mendapatkan komik stripnya sendiri yang pertama mulai 7 Februari 1938.
(Referensi: http://209.85.175.104/search?q=cache:Z1rmM3haDd4J:digilib.petra.ac.id/jiunkpe/s1/jdkv/2006/jiunkpe-ns-s1-2006-42402068-4278-minerva_seed-chapter2.pdf+%22sejarah+komik+amerika%22&hl=id&ct=clnk&cd=2&gl=id)
Piscesia Dwi Ratih
0806357335
Kemunculan komik Amerika diawali pada akhir abad ke 19. Tetapi komik–komik pada saat itu tidaklah sama dengan komik – komik Amerika yang banyak kita jumpai di toko – toko buku sekarang ini.
Late in 19th century America, comic strips began to appear in the Sunday
supplements of newspapers. The first among these comic strips was
1896's The Yellow Kid, considered the 1st comic strip Richard Felton
Outcault's The Yellow Kid which appeared in the February 16, 1896
Hearst New York American. In March 1897, these strips were compiled
into Hearst's Sunday Journal and and sold for 5 cents. From this humble
beginning an industry was born, though it would not have immediate
success. (The Comic Page, 2006)
Dari kutipan di atas kita dapat mengetahui bahwa salah satu dari komik strip yang pertama kali muncul di Amerika adalah ‘The Yellow Kid’ karya Richard Felton Outcault. Setelah setahun muncul di setiap edisi hari minggu, komik strip – komik strip dari ‘The Yellow Kid’ dikumpulkan menjadi satu kumpulan komik dan dijual dengan harga 5 sen. Untuk ukuran sekarang, harga 5 sen terlalu murah untuk suatu kumpulan komik. Setelah beberapa tahun sesudah kemunculan komik strip pertama yaitu ‘The Yellow Kid’, muncul satu tokoh komik strip baru yang berwujud binatang, yaitu ‘Krazy Kat’. Tokoh dalam komik ini dimasukkan ke dalam kategori ‘funny animal’ atau binatang lucu, karena tokoh utamanya memang binatang dan ceritanya lucu. ‘Krazy Kat’ pertama kali muncul di surat kabar "The Family Upstairs" milik George Herriman pada tahun 1910.
The year after Krazy Kat's debut, in an attempt to boost circulation, the
Chicago American produced a Mutt and Jeff promotion. Readers could
receive a 18 by 6 inch landscape book by clipping six coupons from the
newspaper. Despite the fact that this comic sold a remarkable 45,000
copies, it was not for another eighteen years that it would be done again.
In the meantime, in 1922 a reprint magazine, Comic Monthly, appeared
with each issue devoted to reprints of a separate comic strip. (The Comic
Page, 2006)
Kutipan di atas menjelaskan bahwa setahun setelah debut pertama dari ‘Krazy Kat’, seperti yang dilakukan terhadap komik ‘The Yellow Kid’, komik ini dikumpulkan menjadi satu album eksklusif yang berukuran 18 x 6 inch. Para pembaca dapat memperoleh buku ini dengan cara mengirimkan enam buah potongan kupon dari surat kabar "The Family Upstairs". Album komik ini terjual sebanyak 45.000 buah, jumlah yang luar biasa untuk ukuran jaman itu. Bentuk komik modern seperti yang kita jumpai saat ini, dimulai pada tahun 1933 ketika dua orang pegawai penerbitan melihat bahwa perusahaan ‘Ledger syndicate’ menerbitkan komik yang dimuat di surat kabar mereka pada edisi hari minggu dalam bentuk pelat sebesar 7 x 9 inch.
In 1933, after seeing the Ledger syndicate publish a small amount of their
Sunday comics on 7 by 9 inch plates, an idea hit upon two printer
employees. Sales manager Harry L. Wildenberg and saleman Max. C.
Gaines, employees of Eastern Color Printing Company in New York, saw
the plates and figured two of these plates could fit on a tabloid page and
produce a 7 1/2 by 10 inch book when folded. Gathering 32 pages of
newspaper reprints including Mutt and Jeff, Joe Palooka, and Reg'lar
Fellas, they created Funnies on Parade. This was the first comic produced
in a format similiar to modern comics. Looking to test their product, they
published 10,000 copies to be given out as premiums by Proctor and
Gamble. (The Comic Page, 2006)
Dari kutipan di atas, dapat diketahui proses lahirnya komik modern seperti yang kita jumpai sekarang ini. Kedua pegawai perusahaan penerbitan ini melihat bahwa dua dari dua buah pelat yang diterbitkan oleh ‘Ledger syndicate’ pas dengan ukuran halaman tabloid, dan jika dilipat akan mendapatkan sebuah buku dengan ukuran 7 ˝ x 10 inch. Mereka mengumpulkan 32 halaman surat kabar yang berisi komik untuk dicetak ulang dengan judul ‘Funnies on Parade’. Buku komik yang pertama ini dicetak sebanyak 10.000 buah dan diberikan secara cuma– cuma sebagai bonus oleh perusahaan Proctor and Gamble (di Indonesia lebih dikenal sebagai P&G).
Setelah pemunculan buku komik yang pertama, makin banyak buku komik yang diproduksi dan makin gencar promosi yang dilakukan. Setelah sekian lama, akhirnya promosi berhasil. Makin banyak orang yang berminat untuk membaca dan membeli buku komik.
Seeing potential in this new product, but unsure of how to best realize it,
Eastern Color turned to George Delacorte, remembering his earlier
attempt at selling comics. Eastern Color printed 35,000 copies of Famous
Funnies, Series 1 priced at 10 cents and proceeded to sell the entire print
run to Delacorte. Delacorte, after begin refused by American News, which
controlled newsstand distribution, made the comic available only through
chainstores. After it's promptly sold out on the stands, American News
reconsidered and contracted with Eastern color for 250,000 comics,
prompting Eastern Color, in May 1934, to issue Famous Funnies No. 1,
dated July 1934. It was the first newsstand comic. With the printing of No.
2 in July 1934 it became the first monthly comic magazine. Though the
title sold well, it was 7 issues before it showed a profit. The title continued
for another 216 issues and 20 years, reaching a peak circulation of
400,000 copies and ending in 1955. (The Comic Page, 2006)
Kutipan di atas menunjukan bahwa pembuatan buku komik yang pertama diikuti dengan yang kedua dengan judul ‘Famous Funnies’ yang diterbitkan sebanyak 35.000 buah dan dijual dengan harga 10 sen per buah. Buku komik ‘Famous Funnies’ adalah yang pertama diterbitkan dalam beberapa seri, keberhasilan promosi dan keuntungan dari seri ini baru bisa dirasakan ketika seri ke 7 diterbitkan. Komik ‘Famous Funnies’ bertahan selama 20 tahun dan berhasil menerbitkan 216 seri. Dimulai pada bulan Mei 1934 dan diakhiri pada tahun 1955, ‘Famous Funnies’ meraih puncak keberhasilannya dengan terjualnya komik tersebut sebanyak 400.000 buah.
Pada Juni, 1938, diterbitkanlah Superman, salah satu komik superhero yang paling terkenal. Debut komik superhero ini dimuat pada edisi pertama Action Comic.
Keberhasilan komik Superman mengilhami lahirnya komik – komik superhero lainnya. Kelahiran Bat-Man diilhami oleh rancangan mesin terbang Leonardo da Vinci. Sebelum menetapkan nama Bat-Man, Bob Kane mencoba beberapa nama seperti Bird-Man, Eagle-Man, dan Hawk-Man. Batman muncul pertama kali dalam edisi ke duapuluh tujuh Detective Comics.
Batman tidak mempunyai kekuatan super, aset utamanya adalah cerita yang menggairahkan yang lebih baik daripada cerita Superman. Tokoh di balik Batman, yaitu Bruce Wayne adalah seorang manusia biasa tanpa kekuatan super. Sumber kekuatannya adalah peralatan – peralatan canggih ciptaannya. Kekuatan komik Batman adalah penggunaan angle dan lighting yang luar biasa yang menghasilkan dunia fantasi yang unik yang menampilkan sosok ‘kegelapan’ (Batman selalu keluar pada malam hari). Pada musim semi tahun 1940, diterbitkan edisi pertama dari komik Batman yang menampilkan The Joker dan Catwoman.
Komik superhero semakin diidentikan dengan kejahatan. Kampanye melawan komik terus mendapat bantuan. Komite Senat tahun 1950 mencantumkan dalam laporannya tentang pengaruh komik terhadap kaum muda, yang meskipun tidak secara konklusif, telah menambahkan ‘bensin’ ke ‘api’ yang sudah mulai menyala. Komite Cincinnati secara terbuka mengutuk keberadaan indutri perkomikan. Para orang tua dan guru melarang keberadaan komik dirumah dah di sekolah, meskipun hal ini tidak menghentikan anak – anak mereka untuk membaca komik. Badan legislatif mengesahkan undang-undang yang membatasi dan melarang penjualan komik. Berusaha melewati semua ini, komik tetap bergerak maju, meskipun mejadi lebih gelap dan keras.
Tahun 1954, komik berada dalam periode yang paling gelap. Dr. Frederick Wertham's menerbitkan bukunya yang berjudul The Seduction of the Innoncent. Buku ini sangat kritis dan merusak industry komik. Dr. Wertham adalah konsultan psikiatris dari Kepala Sensor Lembaga Keuangan Amerika Serikat, dosen di Sekolah Hukum Yale, Konsultan di Biro penanganan remaja dan pernah menjadi psikiatris senior untuk Departemen Rumah Sakit di New York. Komik dianggap memberi pengaruh buruk terhadap perkembangan remaja di Amerika pada saat itu. Komik dianggap menjadi penyebab munculnya penyelewengan seksual yang terjadi di remaja Amerika pada saat itu. Batman dan Robin dianggap sebagai pasangan homoseksual.
Sometimes Batman ends up in bed injured and young Robin is shown sitting
next to him. At home they lead an idyllic life. They are Bruce Wayne and
"Dick" Grayson. Bruce is described as a "socialite" and the offical
relationship is that Dick is Bruce's ward. They live is sumptous quarters,
with beautiful flowers in large vase and have a butler, Alfred. Batman is
sometimes shown in a dressing gown. ...the young boy sometimes worries
about his partner. It is like a wish dream of two homosexuals living together.
Sometimes they are shown on a couch, Bruce reclining and Dick sitting next
to him, jacket off, collar open, and his hand on his friend's arm. Like girls in
other stories, Robin is sometimes held captive by the villians...
Robin is a handsome ephetic boy, usually showing his uniform with bare
legs. He is buoyant with energy and devoted to nothing on earth or
interplanetary space as much as to Bruce Wayne. He often stands with legs
spread, the genital region discreetly evident. (The Comic Page)
Kutipan di atas menjelaskan bahwa dalam saat – saat tertentu, Batman dan Robin sangat intim layaknya sepasang kekasih. Jika Batman terluka, Robin duduk di sebelah ranjangnya, mengkhawatirkan keadaan Batman. Kadang – kadang mereka digambarkan sedang duduk berdampingan di sofa, jaket dilepas, kerah terbuka, dan Bruce diletakkan di tangan Dick. Robin juga digambarkan sebagai seorang anak laki – laki yang tampan, mengenakan kostum yang mengekspos kakinya, dia juga sering berdiri dengan kaki terbuka, secara sembunyi – sembunyi menonjolkan area genitalnya. Deskripsi di atas sangat vulgar.
Pada 1956, Harvey Comics menutup tahun dengan menerbitkan tiga judul komik yaitu Baby Huey, Baby Huey, The Baby Giant edisi pertama pada bulan September dan Little Lotta edisi pertama, kemudian Spooky, The Tuff Little Ghost edisi pertama pada bulan November. Ini adalah awal dari era kebangkitan komik Amerika.
Pada tahun 1970, penjualan komik terbesar adalah komik yang bukan superhero, justru Komik Archie yang terjual rata – rata lebih dari 500.000 tiap edisi.
Salah satu komik produksi Amerika yang paling terkenal adalah komik – komik Disney. Komik Disney pertama kali muncul di koran harian pada tahun 1930 dengan Mickey Mouse sebaagai karakter utamanya. Dua tahun setelah pemunculan perdananya, Mickey mulai muncul pada edisi hari minggu dengan judul Silly Symphony. Pada tahun 1934, Donald Duck muncul untuk pertama kali pada komik adaptasi Silly Symphony yang berjudul The Wise Little Hen. Popularitas Donal Bebek semakin bertambah sejak saat itu sehingga dia menjadi bintang dari Silly Simphony. Donal mendapatkan komik stripnya sendiri yang pertama mulai 7 Februari 1938.
(Referensi: http://209.85.175.104/search?q=cache:Z1rmM3haDd4J:digilib.petra.ac.id/jiunkpe/s1/jdkv/2006/jiunkpe-ns-s1-2006-42402068-4278-minerva_seed-chapter2.pdf+%22sejarah+komik+amerika%22&hl=id&ct=clnk&cd=2&gl=id)
Piscesia Dwi Ratih
0806357335
0 komentar:
Poskan Komentar