Oleh: Piscesia Dwi Ratih
0806357335
Sastra Rusia FIB UI
Definisi Realisme
Realisme merupakan aliran kesusastraan yang melukiskan keadaan atau kenyataan secara sesungguhnya. Para tokoh aliran ini berpendapat bahwa tujuan seni adalah untuk menggambarkan kehidupan dengan kejujuran yang sempurna dan objektif. Oleh karena itu, realisme menuntut penggambaran yang teliti, seperti cermin yang memantulkan realitas objektif di depan audiens, penikmat, dan pembaca.
HB Jassin pernah menjelaskan bahwa dalam realisme digambarkan keadaan seperti yang sebenarnya, seperti yang dilihat oleh mata.
Pengarang melukiskan dengan teliti, tanpa prasangka, tanpa tercampur tafsiran, tidak memaksakan kehendaknya sendiri terhadap pelaku dan pembacanya.
Istilah realisme ini merujuk pada makna fakta-fakta nyata yang ada di sekitar kita. Fakta itu, tak lain dari ketimpangan, ketidakadilan, dan penindasan yang terstruktur rapi. Realisme tidak menampilkan narasi perwujudan keindahan Tuhan. Realisme tidak berbicara tentang erotika alam. Realisme lebih berbicara kepada fakta yang sebenarnya terjadi dibalik keindahan Tuhan dan erotika alam tersebut.
Perbedaan antara realisme sosialis dan realisme kritis
Terdapat perbedaan mendasar yang kasat mata antara realisme sosialis dan realisme kritis. Pertama-tama, akan dibahas terlebih dahulu dari masing-masing topik.
A. Realisme Sosialis
Realisme sosialis diperkirakan muncul sekitar tahun 1905. Dalam hal ini Maxim Gorky adalah pengarang yang sering dianggap sebagai bapak pendiri realisme sosialis.
Dalam definisi Pramoedya, "Realisme sosialis merupakan metode yang meneruskan filsafat materialisme dalam karya sastra serta meneruskan pandangan sosialisme-ilmiah. Dalam menghadapi persoalan masyarakat, realisme sosialis mempergunakan pandangan yang struktural fundamental".
Realisme Sosialis, metode dasar kesusasteraan dan kritik sastra Soviet , menuntut pengarang untuk memberikan penggambaran kenyataan yang penuh kebenaran dan konkret secara histories dalam perkembangan revolusinya. Sementara itu, kebenaran dan kekonkretan historis suatu pelukisan kenyataan artistik harus dikombinasikan dengan tugas pendidikan dan pemulihan ideologi pekerja dengan semangat sosialisme . (Fokema 1998: 23)
Istilah ini timbul pertama-tama dan dengan sendirinya di bumi yang untuk pertama kali memenangkan sosialisme, di bumi yang telah menegakkan sosialisme, yakni Uni Soviet. Tokoh utamanya yang biasanya mendapatkan kehormatan sebagai pelopornya adalah pujangga besar Sovyet, Maxim Gorky, terutama dengan karya utamanya, Ibunda. "Salah satu watak realisme sosialis adalah, “terutama memberanikan rakyat untuk melakukan orientasi terhadap sejarahnya sendiri”. (Ananta Toer, 1980:4)
B. Realisme Kritis
Adapun realisme kritis (critical realism) menerima realitas objektif dan kemungkinan diperoleh ilmu yang dapat dipecaya tentangnya, bahkan juga mengakui adanya presupposisi yang menyertai manusia ketika mereka mengetahui sesuatu yang mendorong pembahasan kritis tentang esensi pengetahuan seseorang tentang itu.
Proposisi aliran ini ada empat 1) realitas objektif dan endenpenden itu ada 2) ciri-ciri realitas ini adalah tetap dan independen dari pengamat 3) seseorang yang tahu, memiliki kemampuan kognitif yang dapat dipercaya untuk mengetahui realitas yang tetap ini, namun pengaruh presupposisi dan pandangan hidup serta tradisi menjadi prasyarat dan merelatifkan proses mengetahui itu dan 4) karena itu kebenaran dan pengetahuan tentang alam, sebagiannya ditemukan dan pasti dan sebagian yang lain diciptakan dan relatif.
Selain itu realisme kritis menggunakan pandangan hidup (worldview) untuk mengetahui sesuatu dan tidak bisa menerima realisme karena menafikan kaitan antara worldview dengan realitas dan juga berseberangan dengan anti-realisme yang melepaskan pandangan hidup dan kepercayaan dari realitas. Realisme kritis menggabungkan objektifisme dan subjektifisme, mengakui alam nyata dan juga realitas manusia yang ingin mengetahui alam. Tidak sepenuhnya percaya pada kemampuan kognitif manusia, tapi mengakui apa yang bisa dilakukan dan apa yang tidak bisa dilakukan oleh manusia.
Tema Prosa yang Dominan di Rusia.
Tema yang paling dominan di Rusia, terutama pada periode sastra realisme adalah drama sosial yang terjadi pada masyarakat saat itu. Sejak tahun 1840-an berkembanglah aliran realisme dalam kesusastraan Rusia meskipun bayang-bayang pengaruh romantik masih cukup kuat. Perhatian utama kaum realis adalah masalah-masalah sosial dan politik. Seperti sastrawan Rusia, Ivan Turgenev, seorang novelis dan dramawan, yang dengan baik memahami kondisi masyarakat Rusia saat itu. Karyanya yang penting, Corat-coret Seorang Olahragawan (Записки охотника) (1852), melukiskan sikap simpatik para petani-budak yang digambarkannya berjiwa lebih mulia daripada para tuan tanah yang kasar dan tamak; Rudin (Рудин) (1856) serta Ayah dan Anak (Отцы и дети) (1862), menggambarkan rasa frustrasi kaum intelektual muda yang menyaksikan keterbelakangan bangsanya namun tak kuasa berbuat banyak karena saat untuk perubahan belum sampai. Selain itu, Turgenev juga gemar mengolah tema-tema percintaan seperti terlihat dalam Asya (Aся) (1858), Cinta Pertama (Первая любовь) (1860), dan Sebulan di Desa (Месяц в деревне) (1850).
Kebun ceri dalam bahasa rusia: Вишнёвый сад
Daftar Pustaka:
El-Andalasy, Emnaslux. “SASTRA HUMANIS: SEBUAH KRITIK”. http://ujungtinta.blogspot.com/2007_06_01_archive.html/. Senin, 3 November 2008/ 20:00
Firdaus, Firman. “Aliran cerpen: Realisme”. http://mywritingblogs.com/sastra/2008/07/30/aliran-cerpen-realisme/. Senin, 3 November 2008/ 20:40
Sudyarto DS, Sides. “Antara REALISME SOSIALIS dan PETA IDEOLOGI DUNIA Yang Berubah”. http://www.rayakultura.net/wmview.php?ArtID=83. Senin, 3 November 2008/ 20:59
Kurniawan, Eka. “Realisme Pramoedya Ananta Toer”. http://apsas.multiply.com/journal/item/305/Realisme_Pramoedya_Ananta_Toer. Senin, 3 November 2008/ 21:02
Zarkasyi, Hamid Fahmy. “PANDANGAN HIDUP ISLAM SEBAGAI ASAS EPISTEMOLOGI”. http://grelovejogja.wordpress.com/2007/08/07/pandangan-hidup-islam-sebagai-asas-epistemologi/. Senin, 3 November 2008/ 21:05
IKASSLAV FIB UI. “Periode sastra Realisme”. http://ikasslavui.blogspot.com/. Kamis, 6 November 2008/ 15:36
0806357335
Sastra Rusia FIB UI
Definisi Realisme
Realisme merupakan aliran kesusastraan yang melukiskan keadaan atau kenyataan secara sesungguhnya. Para tokoh aliran ini berpendapat bahwa tujuan seni adalah untuk menggambarkan kehidupan dengan kejujuran yang sempurna dan objektif. Oleh karena itu, realisme menuntut penggambaran yang teliti, seperti cermin yang memantulkan realitas objektif di depan audiens, penikmat, dan pembaca.
HB Jassin pernah menjelaskan bahwa dalam realisme digambarkan keadaan seperti yang sebenarnya, seperti yang dilihat oleh mata.
Pengarang melukiskan dengan teliti, tanpa prasangka, tanpa tercampur tafsiran, tidak memaksakan kehendaknya sendiri terhadap pelaku dan pembacanya.
Istilah realisme ini merujuk pada makna fakta-fakta nyata yang ada di sekitar kita. Fakta itu, tak lain dari ketimpangan, ketidakadilan, dan penindasan yang terstruktur rapi. Realisme tidak menampilkan narasi perwujudan keindahan Tuhan. Realisme tidak berbicara tentang erotika alam. Realisme lebih berbicara kepada fakta yang sebenarnya terjadi dibalik keindahan Tuhan dan erotika alam tersebut.
Perbedaan antara realisme sosialis dan realisme kritis
Terdapat perbedaan mendasar yang kasat mata antara realisme sosialis dan realisme kritis. Pertama-tama, akan dibahas terlebih dahulu dari masing-masing topik.
A. Realisme Sosialis
Realisme sosialis diperkirakan muncul sekitar tahun 1905. Dalam hal ini Maxim Gorky adalah pengarang yang sering dianggap sebagai bapak pendiri realisme sosialis.
Dalam definisi Pramoedya, "Realisme sosialis merupakan metode yang meneruskan filsafat materialisme dalam karya sastra serta meneruskan pandangan sosialisme-ilmiah. Dalam menghadapi persoalan masyarakat, realisme sosialis mempergunakan pandangan yang struktural fundamental".
Realisme Sosialis, metode dasar kesusasteraan dan kritik sastra Soviet , menuntut pengarang untuk memberikan penggambaran kenyataan yang penuh kebenaran dan konkret secara histories dalam perkembangan revolusinya. Sementara itu, kebenaran dan kekonkretan historis suatu pelukisan kenyataan artistik harus dikombinasikan dengan tugas pendidikan dan pemulihan ideologi pekerja dengan semangat sosialisme . (Fokema 1998: 23)
Istilah ini timbul pertama-tama dan dengan sendirinya di bumi yang untuk pertama kali memenangkan sosialisme, di bumi yang telah menegakkan sosialisme, yakni Uni Soviet. Tokoh utamanya yang biasanya mendapatkan kehormatan sebagai pelopornya adalah pujangga besar Sovyet, Maxim Gorky, terutama dengan karya utamanya, Ibunda. "Salah satu watak realisme sosialis adalah, “terutama memberanikan rakyat untuk melakukan orientasi terhadap sejarahnya sendiri”. (Ananta Toer, 1980:4)
B. Realisme Kritis
Adapun realisme kritis (critical realism) menerima realitas objektif dan kemungkinan diperoleh ilmu yang dapat dipecaya tentangnya, bahkan juga mengakui adanya presupposisi yang menyertai manusia ketika mereka mengetahui sesuatu yang mendorong pembahasan kritis tentang esensi pengetahuan seseorang tentang itu.
Proposisi aliran ini ada empat 1) realitas objektif dan endenpenden itu ada 2) ciri-ciri realitas ini adalah tetap dan independen dari pengamat 3) seseorang yang tahu, memiliki kemampuan kognitif yang dapat dipercaya untuk mengetahui realitas yang tetap ini, namun pengaruh presupposisi dan pandangan hidup serta tradisi menjadi prasyarat dan merelatifkan proses mengetahui itu dan 4) karena itu kebenaran dan pengetahuan tentang alam, sebagiannya ditemukan dan pasti dan sebagian yang lain diciptakan dan relatif.
Selain itu realisme kritis menggunakan pandangan hidup (worldview) untuk mengetahui sesuatu dan tidak bisa menerima realisme karena menafikan kaitan antara worldview dengan realitas dan juga berseberangan dengan anti-realisme yang melepaskan pandangan hidup dan kepercayaan dari realitas. Realisme kritis menggabungkan objektifisme dan subjektifisme, mengakui alam nyata dan juga realitas manusia yang ingin mengetahui alam. Tidak sepenuhnya percaya pada kemampuan kognitif manusia, tapi mengakui apa yang bisa dilakukan dan apa yang tidak bisa dilakukan oleh manusia.
Tema Prosa yang Dominan di Rusia.
Tema yang paling dominan di Rusia, terutama pada periode sastra realisme adalah drama sosial yang terjadi pada masyarakat saat itu. Sejak tahun 1840-an berkembanglah aliran realisme dalam kesusastraan Rusia meskipun bayang-bayang pengaruh romantik masih cukup kuat. Perhatian utama kaum realis adalah masalah-masalah sosial dan politik. Seperti sastrawan Rusia, Ivan Turgenev, seorang novelis dan dramawan, yang dengan baik memahami kondisi masyarakat Rusia saat itu. Karyanya yang penting, Corat-coret Seorang Olahragawan (Записки охотника) (1852), melukiskan sikap simpatik para petani-budak yang digambarkannya berjiwa lebih mulia daripada para tuan tanah yang kasar dan tamak; Rudin (Рудин) (1856) serta Ayah dan Anak (Отцы и дети) (1862), menggambarkan rasa frustrasi kaum intelektual muda yang menyaksikan keterbelakangan bangsanya namun tak kuasa berbuat banyak karena saat untuk perubahan belum sampai. Selain itu, Turgenev juga gemar mengolah tema-tema percintaan seperti terlihat dalam Asya (Aся) (1858), Cinta Pertama (Первая любовь) (1860), dan Sebulan di Desa (Месяц в деревне) (1850).
Kebun ceri dalam bahasa rusia: Вишнёвый сад
Daftar Pustaka:
El-Andalasy, Emnaslux. “SASTRA HUMANIS: SEBUAH KRITIK”. http://ujungtinta.blogspot.com/2007_06_01_archive.html/. Senin, 3 November 2008/ 20:00
Firdaus, Firman. “Aliran cerpen: Realisme”. http://mywritingblogs.com/sastra/2008/07/30/aliran-cerpen-realisme/. Senin, 3 November 2008/ 20:40
Sudyarto DS, Sides. “Antara REALISME SOSIALIS dan PETA IDEOLOGI DUNIA Yang Berubah”. http://www.rayakultura.net/wmview.php?ArtID=83. Senin, 3 November 2008/ 20:59
Kurniawan, Eka. “Realisme Pramoedya Ananta Toer”. http://apsas.multiply.com/journal/item/305/Realisme_Pramoedya_Ananta_Toer. Senin, 3 November 2008/ 21:02
Zarkasyi, Hamid Fahmy. “PANDANGAN HIDUP ISLAM SEBAGAI ASAS EPISTEMOLOGI”. http://grelovejogja.wordpress.com/2007/08/07/pandangan-hidup-islam-sebagai-asas-epistemologi/. Senin, 3 November 2008/ 21:05
IKASSLAV FIB UI. “Periode sastra Realisme”. http://ikasslavui.blogspot.com/. Kamis, 6 November 2008/ 15:36
0 komentar:
Poskan Komentar