Dalam cerita ini, dikisahkan kedua anak Taras Bulba, Ostap dan Andriy, kembali pulang ke rumah setelah pendidikan Orthodoxnya di Kiev. Ostap berjiwa petualang, berjiwa sejati seorang Kozak, sedangkan Andriy memiliki perasaan mendalam yang romantis. Ketika di Kiev, Andriy jatuh cinta kepada seorang gadis bangsawan Poland, putri Gubernur Dubno yang sedang berada di Kiev untuk beberapa hari, tapi setelah beberapa pertemuan, Andriy tidak dapat melihatnya lagi ketika keluarga gadis itu kembali pulang ke kotanya.
Sebagai seorang Kozak Dnyepr, Taras Bulba bersiap-siap untuk memberi kesempatan kepada kedua putranya untuk berperang sebagai seorang Kozak. Seorang Kozak bukanlah seorang pria dan tidak menikah apabila ia belum melihat pertempuran. Tarass dan kedua putranya pergi ke perkemahan Kozak di setch Zaporog, tempat dimana dilatihnya para bangsa Kozak agar dapat maju dan menghadapi peperangan.
Kemudian, muncullah kesempatan untuk berperang melawan masyarakat Poland, yang memimpin seluruh daratan barat Ukraina sampai sungai Dnyepr. Orang-orang Poland melawan agama Kristen Orthodox. Mereka menghina agama tersebut dan juga para pendetanya, membuat bangsa Kozak marah. Bangsa Kozak kemudian mencurigai orang-orang Yahudi yang menyewakan gereja-gereja mereka pada Poland. Para Yahudi membantah hal itu, tapi para Kozak tidak mau tahu dan menyiksa mereka di sungaiu Dnyepr. Lalu seorang Yahudi bernama Yankel memohon kepada Taras untuk menyelamatkannya. Yankel pun selamat. Kemudian bangsa Kozak menyiapkan kampanye pembalasan untuk melawan Poland. Mereka menyerang desa-desa dan membunuh orang-orang. Dan pada puncaknya, mereka mencapai benteng kota Dubno yang telah mereka kepung. Dikelilingi oleh orang-orang Kozak dan sedikitnya persediaan makanan yang ada, para penduduk kota Dubno pun mulai kelaparan.
Suatu malam, seorang wanita Tartar datang kepada Andriy dan berbicara padanya. Andriy mengenali wajahnya yang familiar, yang kemudian dia ingat kalau wanita itu adalah pelayan dari gadis Poland yang dia cintai sewaktu ia masih di Kiev dahulu. Wanita itu menasihati Andriy bahwa semua orang menderita kelaparan di dalam benteng. Andriy kemudian ikut dengan wanita itu dan melewati jalan rahasia yang dimulai dari gang kecil yang tertutup rumput-rumput yang tinggi sampai ke dalam gereja yang berada di dalam benteng kota. Andriy membawa banyak roti untuk gadis Polandnya yang kelaparan itu dan juga ibunya. Andriy sangat takjub dan kembali terbakar cinta ketika ia melihat gadis Poland itu lagi.
Sementara itu, beberapa pasukan prajurit Poland berbaris memasuki Dubno untuk membebaskan kepungan, setelah melewati sekian banyak pembunuhan atau penangkapan para orang Kozak yang terlalu mabuk untuk menghentikan mereka. Beberapa pertempuran telah Taras lewati dan kemudian ia bertemu dengan Yankel, orang Yahudi yang dulu ia pernah selamatkan dari bangsa Kozak. Yankel mengatakan bahwa ia melihat Andriy berada di dalam benteng kota dan berpihak pada musuh demi gadis yang ia cintai. Taras sangat terguncang mendengar hal itu. Pada pertempuran terakhir, ia melihat Andriy berada di pihak orang-orang Poland, dan Taras pun menyuruh prajuritnya memancing Andriy ke hutan. Taras dengan marah menyuruh Andriy turun dari kudanya, dan kemudian ia menembak Andriy dari jarak dekat. Taras dan Ostap melanjutkan peperangan melawan Poland, dan pada akhirnya Ostap tertangkap, sedangkan Taras terluka parah tetapi masih berhasil diselamatkan temannya.
Taras terbangun dari ketidaksadarannya dengan kesakitan. Ketika ingatannya sudah agak pulih tentang apa yang terjadi terakhir kali, ia teringat bahwa Ostap telah tertangkap dan berada di tangan orang-orang Poland. Yankel berjanji pada Taras untuk membawanya ke Warsaw dimana Ostap akan dihukum pancung, Yankel menyembunyikan Taras di gerobak berisi batu-batu, yang dia tahu tidak ada seorang pun yang akan mencurigai bahwa Taras ada dalam perjalanannya. Lalu ada sekelompok orang Yahudi yang menolong Yankel untuk memberi pakaian pada Taras agar Taras dapat menyamar sebagai bangsawan Jerman, dan mereka berangkat menuju penjara untuk melihat Ostap. Mereka hampir berhasil, tapi seorang penjaga mengenali Taras sebagai seorang Kozak. Penjaga itu tidak membiarkan mereka masuk, dan setelah dibayar 100 keping emas, penjaga itu membiarkan mereka pergi dari tempat itu, dan mengusulkan untuk pergi ke tempat eksekusi keesokan harinya jika mereka ingin melihat orang-orang Kozak.
Saat eksekusi, Ostap, di dalam barisan Kozak, tidak berbicara sedikit pun, bahkan ketika tangan dan kakinya dipatahkan dan ia disiksa sedemikian rupa. Dan hanya saat-saat terakhir nyawanya, ia memanggil ayahnya, bertanya, “Apakah ayah mendengarku?”. Taras menyahutnya di antara orang banyak yang menonton eksekusi itu, “Ya, saya dengarkan!”. Yankel ingin menghentikannya, tapi ia menemukan bahwa Taras sudah menghilang dari tempat itu.
Setelah kehilangan kedua putranya, Taras kembali ke rumah dan memanggil semua teman Kozak lamanya di tempat mereka, untuk berperang kembali. Semua pasukan Poland yang dikirim telah merek kalahkan. Panglima Poland yang bernama Potocki berjanji akan membuat perdamaian dengan bangsa Kozak. Tapi Taras menolak, dan memperingatkan bahwa orang-orang Poland pengkhianat dan tidak akan menepati janjinya. Gagal berdamai dengan Kozak, Taras membawa prajuritnya yang masih setia ikut dengannya untuk melanjutkan peperangan sendirian. Mengembara di Poland dengan pasukannya, dan menyerbu sampai ke dekat Krakau. Semuanya dihancurkannya, dianggapnya setiap desa yang ia baker sebagai upacara kematian bagi Ostap.
Seperti yang telah Taras perkirakan, Potocki diperintahkan bersama dengan lima resimen prajurit yang dipersenjatai lengkap untuk menangkap Taras. Selama seminggu bangsa Kozak berhasil menghindar dari pengejaran itu, tapi kuda-kuda mereka sudah lelah. Akhirnya mereka dikepung di sebuah kastil kuno, dimana mereka berperang sampai orang terkahir dikalahkan.
Taras diikat dan digantung di sebuah pohon dan dibakar. Bahkan dalam saat seperti itu, jiwa sejati Kozak yang ada dalam dirinya memanggil para anak buahnya untuk terus berjuang lari dari Poland, lalu memperingatkan orang-orang Poland bahwa masanya akan tiba, dimana mereka semua akan menundukkan kepala di hadapan seorang Tsar Rusia, raja yang paling berkuasa di atas dunia. Kemudian api menjalar ke atas pohon dan membakar tubuh Taras juga jiwa Kozaknya yang besar.
Cerita ini berakhir ketika bangsa Kozak berhasil lari dari kejaran bangsa Poland dan menyeberangi sungai Dnyestr, dan mereka berbicara dengan sangat terharu, dan memuji Taras Bulba, pahlawan bangsa Kozak yang agung itu.
Sebagai seorang Kozak Dnyepr, Taras Bulba bersiap-siap untuk memberi kesempatan kepada kedua putranya untuk berperang sebagai seorang Kozak. Seorang Kozak bukanlah seorang pria dan tidak menikah apabila ia belum melihat pertempuran. Tarass dan kedua putranya pergi ke perkemahan Kozak di setch Zaporog, tempat dimana dilatihnya para bangsa Kozak agar dapat maju dan menghadapi peperangan.
Kemudian, muncullah kesempatan untuk berperang melawan masyarakat Poland, yang memimpin seluruh daratan barat Ukraina sampai sungai Dnyepr. Orang-orang Poland melawan agama Kristen Orthodox. Mereka menghina agama tersebut dan juga para pendetanya, membuat bangsa Kozak marah. Bangsa Kozak kemudian mencurigai orang-orang Yahudi yang menyewakan gereja-gereja mereka pada Poland. Para Yahudi membantah hal itu, tapi para Kozak tidak mau tahu dan menyiksa mereka di sungaiu Dnyepr. Lalu seorang Yahudi bernama Yankel memohon kepada Taras untuk menyelamatkannya. Yankel pun selamat. Kemudian bangsa Kozak menyiapkan kampanye pembalasan untuk melawan Poland. Mereka menyerang desa-desa dan membunuh orang-orang. Dan pada puncaknya, mereka mencapai benteng kota Dubno yang telah mereka kepung. Dikelilingi oleh orang-orang Kozak dan sedikitnya persediaan makanan yang ada, para penduduk kota Dubno pun mulai kelaparan.
Suatu malam, seorang wanita Tartar datang kepada Andriy dan berbicara padanya. Andriy mengenali wajahnya yang familiar, yang kemudian dia ingat kalau wanita itu adalah pelayan dari gadis Poland yang dia cintai sewaktu ia masih di Kiev dahulu. Wanita itu menasihati Andriy bahwa semua orang menderita kelaparan di dalam benteng. Andriy kemudian ikut dengan wanita itu dan melewati jalan rahasia yang dimulai dari gang kecil yang tertutup rumput-rumput yang tinggi sampai ke dalam gereja yang berada di dalam benteng kota. Andriy membawa banyak roti untuk gadis Polandnya yang kelaparan itu dan juga ibunya. Andriy sangat takjub dan kembali terbakar cinta ketika ia melihat gadis Poland itu lagi.
Sementara itu, beberapa pasukan prajurit Poland berbaris memasuki Dubno untuk membebaskan kepungan, setelah melewati sekian banyak pembunuhan atau penangkapan para orang Kozak yang terlalu mabuk untuk menghentikan mereka. Beberapa pertempuran telah Taras lewati dan kemudian ia bertemu dengan Yankel, orang Yahudi yang dulu ia pernah selamatkan dari bangsa Kozak. Yankel mengatakan bahwa ia melihat Andriy berada di dalam benteng kota dan berpihak pada musuh demi gadis yang ia cintai. Taras sangat terguncang mendengar hal itu. Pada pertempuran terakhir, ia melihat Andriy berada di pihak orang-orang Poland, dan Taras pun menyuruh prajuritnya memancing Andriy ke hutan. Taras dengan marah menyuruh Andriy turun dari kudanya, dan kemudian ia menembak Andriy dari jarak dekat. Taras dan Ostap melanjutkan peperangan melawan Poland, dan pada akhirnya Ostap tertangkap, sedangkan Taras terluka parah tetapi masih berhasil diselamatkan temannya.
Taras terbangun dari ketidaksadarannya dengan kesakitan. Ketika ingatannya sudah agak pulih tentang apa yang terjadi terakhir kali, ia teringat bahwa Ostap telah tertangkap dan berada di tangan orang-orang Poland. Yankel berjanji pada Taras untuk membawanya ke Warsaw dimana Ostap akan dihukum pancung, Yankel menyembunyikan Taras di gerobak berisi batu-batu, yang dia tahu tidak ada seorang pun yang akan mencurigai bahwa Taras ada dalam perjalanannya. Lalu ada sekelompok orang Yahudi yang menolong Yankel untuk memberi pakaian pada Taras agar Taras dapat menyamar sebagai bangsawan Jerman, dan mereka berangkat menuju penjara untuk melihat Ostap. Mereka hampir berhasil, tapi seorang penjaga mengenali Taras sebagai seorang Kozak. Penjaga itu tidak membiarkan mereka masuk, dan setelah dibayar 100 keping emas, penjaga itu membiarkan mereka pergi dari tempat itu, dan mengusulkan untuk pergi ke tempat eksekusi keesokan harinya jika mereka ingin melihat orang-orang Kozak.
Saat eksekusi, Ostap, di dalam barisan Kozak, tidak berbicara sedikit pun, bahkan ketika tangan dan kakinya dipatahkan dan ia disiksa sedemikian rupa. Dan hanya saat-saat terakhir nyawanya, ia memanggil ayahnya, bertanya, “Apakah ayah mendengarku?”. Taras menyahutnya di antara orang banyak yang menonton eksekusi itu, “Ya, saya dengarkan!”. Yankel ingin menghentikannya, tapi ia menemukan bahwa Taras sudah menghilang dari tempat itu.
Setelah kehilangan kedua putranya, Taras kembali ke rumah dan memanggil semua teman Kozak lamanya di tempat mereka, untuk berperang kembali. Semua pasukan Poland yang dikirim telah merek kalahkan. Panglima Poland yang bernama Potocki berjanji akan membuat perdamaian dengan bangsa Kozak. Tapi Taras menolak, dan memperingatkan bahwa orang-orang Poland pengkhianat dan tidak akan menepati janjinya. Gagal berdamai dengan Kozak, Taras membawa prajuritnya yang masih setia ikut dengannya untuk melanjutkan peperangan sendirian. Mengembara di Poland dengan pasukannya, dan menyerbu sampai ke dekat Krakau. Semuanya dihancurkannya, dianggapnya setiap desa yang ia baker sebagai upacara kematian bagi Ostap.
Seperti yang telah Taras perkirakan, Potocki diperintahkan bersama dengan lima resimen prajurit yang dipersenjatai lengkap untuk menangkap Taras. Selama seminggu bangsa Kozak berhasil menghindar dari pengejaran itu, tapi kuda-kuda mereka sudah lelah. Akhirnya mereka dikepung di sebuah kastil kuno, dimana mereka berperang sampai orang terkahir dikalahkan.
Taras diikat dan digantung di sebuah pohon dan dibakar. Bahkan dalam saat seperti itu, jiwa sejati Kozak yang ada dalam dirinya memanggil para anak buahnya untuk terus berjuang lari dari Poland, lalu memperingatkan orang-orang Poland bahwa masanya akan tiba, dimana mereka semua akan menundukkan kepala di hadapan seorang Tsar Rusia, raja yang paling berkuasa di atas dunia. Kemudian api menjalar ke atas pohon dan membakar tubuh Taras juga jiwa Kozaknya yang besar.
Cerita ini berakhir ketika bangsa Kozak berhasil lari dari kejaran bangsa Poland dan menyeberangi sungai Dnyestr, dan mereka berbicara dengan sangat terharu, dan memuji Taras Bulba, pahlawan bangsa Kozak yang agung itu.
0 komentar:
Poskan Komentar